Emang Bisa Nama Orang Dijadikan Merek Dagang ?

Menentukan nama merek dagang sesungguhnya salah satu hal yang paling penting untuk mengawali suatu bisnis. Sebab, ke depannya, orang-orang dapat mengingat nama yang disematkan pada merek.

Biasanya, nama merek ditentukan bersama dengan memperhitungkan keunikan dan makna baik di belakangnya.

Seperti seandainya merek Maspion, yang ternyata merupakan akronim berasal dari “Mengajak Anda Selalu Percaya Industri Olahan Nasional”. Ada termasuk Cimory, yaitu singkatan berasal dari “Cisarua Mount Dairy”.

Lantas, apakah nama orang kondang termasuk mampu dijadikan suatu merek dagang atau merek jasa?

Contoh Nama Orang yang Dijadikan Merek Dagang

Pasti para pembaca di sini tidak asing lagi bersama dengan nama Rayyanza Malik Ahmad alias Cipung, balita menggemaskan yang merupakan anak ke-2 berasal dari pasangan selebriti Raffi Ahmad dan Nagita Slavina.

Tahukah kalian, bahwa ternyata Raffi Ahmad mendaftarkan nama “Cipung” dan termasuk “Rayyanza” untuk merek dagangnya?

Hal ini diketahui berasal dari penelusuran lewat Pangkalan Data Kekayaan Intelektual milik Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum dan HAM.

Nama “Cipung” dan “Rayyanza” sama-sama terdaftar pada Kelas 29 dan Kelas 30. Secara ringkas, Kelas 29 dan Kelas 30 merupakan kode untuk makanan ringan, layaknya cokelat, roti, susu, es krim, dan sebagainya.

Selain itu, standing berasal dari nama yang diajukan oleh Raffi Ahmad, baik “Cipung” dan “Rayyanza” sama-sama sudah berhasil didaftarkan.

Jadi, Raffi Ahmad pun memperoleh hak atas merek yang menempel padanya sejak merek tersebut terdaftar. Hal ini sebagaimana tercantum dalam Pasal 3 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 mengenai Merek dan Indikasi Geografis (UU 20/2016).

Perlindungan Hukum pada Merek

Hak atas merek adalah hak eksklusif yang diberikan oleh negara kepada pemilik merek yang terdaftar untuk jangka selagi khusus bersama dengan memakai sendiri merek tersebut atau memberikan izin kepada pihak lain untuk menggunakannya (Pasal 1 angka 5 UU 20/2016).

Syarat Menentukan Nama Merek

Dalam rangka pilih nama untuk pendaftaran merek, harus diperhatikan tentang alasan-alasan penolakan berasal dari pihak DJKI.

Alasan tersebut dibagi jadi dua jenis, yaitu absolut (tidak mampu didaftarkan) dan relatif (akan ditolak).

Jadi, pemilik sebaiknya menjauhi berbagai alasan yang membuat mereknya tidak mampu didaftarkan.

Berikut adalah penjabaran berasal dari alasan absolut dan alasan relatif yang membuat pendaftaran merek tidak mampu diterima:

Alasan Absolut (Merek Tidak Dapat Didaftarkan)

Macam-macam alasan yang membuat merek tidak mampu didaftarkan meliputi (Pasal 20 UU 20/2016):

Bertentangan bersama dengan ideologi negara, ketetapan perundang-undangan, moralitas, agama, kesusilaan, atau ketertiban umum.

Pilihan untuk mendongkrak bisnis anda:  jasa konten tiktok

Sama dengan, tentang dengan, atau cuma menyebut barang dan/ yang dimohonkan pendaftarannya.

Memuat unsur yang mampu menyesatkan masyarakat mengenai asal, kualitas, jenis, ukuran, macam, tujuan pemanfaatan barang dan/atau jasa yang dimohonkan pendaftarannya atau merupakan nama varietas tanaman yang dilindungi untuk barang dan/atau jasa yang sejenis.

Memuat info yang tidak cocok bersama dengan kualitas, manfaat, atau khasiat berasal dari barang dan/atau jasa yang diproduksi.

Tidak mempunyai daya pembeda; dan/atau

Merupakan nama lazim dan/atau simbol milik umum.

Mengandung wujud yang berupa fungsional.

Tambahan alasan poin 7 ini didasarkan pada Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 mengenai Penetapan atas Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 mengenai Cipta Kerja jadi Undang-Undang (UU 6/2023).

Alasan Relatif (Merek dapat Ditolak)

Macam-macam alasan yang membuat merek dapat ditolak meliputi (Pasal 21 UU 20/2016):

Persamaan bersama dengan merek terdaftar atau dimohonkan lebih dahulu untuk barang dan/atau jasa sejenis.

Persamaan bersama dengan merek kondang barang dan/atau jasa sejenis.

Persamaan bersama dengan merek kondang untuk barang dan/atau jasa tidak sejenis bersama dengan syarat tertentu.

Persamaan bersama dengan indikasi geografis terdaftar.

Merupakan/menyerupai nama atau singkatan nama orang terkenal, foto, atau nama badan hukum yang dimiliki orang lain, jikalau atas persetujuan tertera berasal dari yang berhak.

Merupakan tiruan atau menyerupai nama atau singkatan nama, bendera, simbol atau simbol atau emblem suatu negara, atau lembaga nasional maupun internasional, jikalau atas persetujuan tertera berasal dari pihak yang berwenang.

Merupakan tiruan atau menyerupai isyarat atau cap atau stempel formal yang digunakan oleh negara atau lembaga pemerintah, jikalau atas persetujuan tertera berasal dari pihak yang berwenang.

Permohonan tersebut diajukan oleh pemohon yang beritikad tidak baik.